Gamophobia…

Standard

Pukul 6 pagi aku harus bangun untuk menghadiri suatu acara penting bagi keluarga tetangga sblh rumahku..
Butuh 2 jam untuk berdandan serapi dan selayak mungkin untuk bisa hadir di acara tersebut…

acara yang sebenarnya dua hari tapi aku hanya menyempatkan sehari datang…

Aku tak menyalahkan mereka yang memiliki acara…
bagaimanapun itu pasti acara yang membahagiakan buat mereka semua…
tapi berbeda dengan diriku
yang kemudian menjadi pucat, merasakan jantung berdebar-debar dan terkadang hidung terasa panas diteruskan dengan airmata… (my bad!)

Pukul 08.00 aku sudah beranjak dari tempat dudukku dan menuju kerumah sebelah..
dan setiap saat acara formal selalu di awali dengan pertengkaran kecil dirumah yang sbnrnya ngga perlu di dengar (sumpek tau!!)

Ketika aku menginjakkan karpet hijau di halaman tersebut
terasa jalanan aspal sempit yang ada didepan rumah sudah berubah menjadi gedung kecil yang dipenuhi para undangan yang sedang duduk memenuhi ruangan
dekorasi yang indah, hiruk pikuk, dan hawa sejuk yang menyapu ruang terasa sampai kekulitku

30menit aku duduk dengan telinga panas yang sibuk mendengar suara ucapan “dokter gigi”, “dokter”,”sekolah”, “kapan mantu?” dari orang sebelahku…(sapa lagi kalo bukan dia)

Sesak..aku seakan kesakitan hingga ingin menjerit…!

Acara kemudian dimulai…dengan sejumlah susunan acara..hingga acara puncak yaitu ijab qabul..

Aku menangis setiap kali melihat langkah per langkah acara itu berjalan…
bukan karena bahagia teman sebelah rumahku menikah…
tapi karena hidupku begitu murah hanya jika untuk dibayar oleh seorang dokter…
kebebasanku memilih seakan-akan dijajah oleh ibu ku sendiri

Aku tak pernah ingin menikah jika siapapun yang ada dalam hidupku hanya membuat pertengkaran luar biasa dalam atap rumahku….
Aku tak ingin memilih sapapun jika tak ada yang pantas untuk menjadi win win solution…krn aku tak ingin mati dalam rumah sakit jiwa hanya krn membenci dia seumur hidupku

Aku tak ingin diperlakukan layaknya siti nurbaya
karena aku bukan siti nurbaya!

Aku tak ingin sapapun mendampingi diriku selama tak ada satupun yang dapat meluluhkan hatinya
aku ingin hidup sendiri selama aku bisa
aku tak pantas menikah karena sebuah hubungan yang tak normal !

Acara semakin berjalan dengan segala macam ucapan pembawa acara yang membuat aku smakin menahan tangis…
Meskipun aku tak sepenuhnya memahami lantunan dalam bahasa jawa itu, tapi semakin aku menyadari…tak ada yang pantas selama ini aku banggakan dari hubunganku, pendampingku, kekasihku, mantanku, hidupku, bahkan diriku…
AKU INGIN SEBUAH PERUBAHAN KEARAH YANG LEBIH BAIK !
I ll PAY MY KARMA BUT GOD PLEASE GIVE ME SOMETHING BETTER !

Aku hanya ingin berjalan dijalan yang lurus dan normal…
sehingga aku bisa mendangakkan kepalaku didepan semua orang yang melihat ku berjalan
bukan sebuah tatapan cemooh untuk diriku yang hina dan selalu hina
tapi bagaimana aku harus katakan bahwa aku ingin hidup yang normal
aku ingin keluarga yang meskipun tak sempurna tapi normal
bahwa aku juga ingin hubungan yang normal dengan siapapun

Aku menangis karena aku tak pantas mendapatkan kebahagiaan yang diberikan Tuhan padaku karena kesalahanku mencari kebahagiaan dengan cara yang salah
aku harap seseorang yang kelak mencintaiku juga bisa memahamiku dalam arti NYATA

Aku ingin kembali kemasa kecilku dan mengubah semua keburukan hidupku menjadi lebih baik
agar aku bisa menuai nya saat ini

Seperti adat jawa biasanya…acara memohon restu pada orang tua…dan juga pelepasan seorang anak..
Lagi2 aku hidungku memanas dan memerah…tapi harus aku sembunyikan dibalik wajah ngantuk..
Hatiku terasa kehilangan ketika memikirkan harus berpisah dengan ayahku…bukan hanya karena sebuah penyerahan dalam pernikahan, tapi ketika aku memikirkan ingin kabur ke tempat yang sejauh mungkin dari nenek sihir dalam hidupku dan harus berpisah jauh dari ayahku…
Rasanya tak ada yang pantas untuk menggantikan ayahku seumur hidupku, meskipun hidup dengan pasangan lebih lama daripada dengan orang tua…

Duduk diatas kursi putih yang sudah dihiasi itu membuat aku terasa ingin lari dan menangis dan menghilang dari milyaran orang yang ada didunia ini…
aku tak tahan dengan yang paradoksial yang selalu terngiang-ngiang didalam telingaku dari nenek sihir
di depan orang banyak dia bisa menyebut istilah “jodoh” tapi didalam hidupnya tak pernah ada kata itu
yang ada hanya “dokter” dan “harta”

Aku tak akan pernah memaafkannya sampai dia menyesali dan memaafkan dirinya sendiri
aku membencinya dengan smua yang dia lakukan pada kakakku dan aku selama hidupku
dan aku hanya ingin memutuskan darahnya dalam diriku seandaikata aku bisa

Sampai acara selesai aku tak habisnya melihat senyum kebahagiaan dari seluruh keluarga dan orang-orang yang hadir diacara tersebut…
tapi aku tetap tak berhenti menangis hingga saat ini…
karena acara itu adalah ketakutanku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s