Agama, Keyakinan, Pernikahan…

Standard

Cin(t)a the Movie

Pernah nonton film ini kan???

Ini termasuk film indonesia tahun 2009 yang isi filmnya dua orang beda agama yang berdebat masalah agama sepanjang film. Dua tokoh penting dalam film ini tuh si cina yang agamanya katholik, dan annisa yang agamanya islam.

Dari dulu dan dari sejarah, konon, katanya dan ntah kenapa yang slalu tersekspos bermasalah itu antara agama kristen dan islam. Tapi zaman modern kayak sekarang pada akhirnya banyak orang yang jatuh cinta dan bahkan menikah dengan orang yang beda agama ataupun lintas agama. Ntah islam dan kristen, ntah budha dan kristen, ntah hindu dan konghucu, dsb. Masalahnya disetiap agama pasti menekankan bahwa agama mereka masing-masing yang paling baik, paling benar dan beberapa agama melarang pernikahan beda agama.  Jadi apakah menikah beda agama itu dibenarkan ? (eee gw sih kembali kepada defense masing-masing orang dan persepsi setiap orang)

Banyak sekali fenomena sebagai bukti bahwa zaman sekarang semakin banyak orang yang menikah dengan orang lain yang berbeda agama. Ada yang menikah dengan masing-masing pendirian dan masih memeluk agamanya masing-masing kemudian sepakat anaknya akan ikut agama siapa, ada yang menikah kemudian salah satu pindah. Tapi yang jelas itu komitmen besar dalam hidup seseorang.
Dan disaat yang sama istilah “love is blind dan power of love” itu jadi satu. Iya begitu ?

Buat pasangan yang memutuskan untuk tetap menikah meskipun berbeda agama biasanya mereka berprinsip bahwa agama itu urusan masing-masing dan mereka punya toleransi yang super super besar. Biasanya kedua pihak keluarga juga lebih mudah menerima.

Buat pasangan yang memutuskan untuk salah satu pindah, biasanya alasannya sangat bervariasi. Bisa yang perempuan, bisa yang laki-laki. Biasanya nih (yg gw tau sih) ada yang pindah di awal, kemudian ketika bertemu “cekcok” dalam menjalani pernikahan kemudian salah satu pasangan yang awalnya pindah kemudian kembali lagi ke agamanya bahkan bisa lebih taat. Tapi ada juga yang tetap awet sesuai dengan komitmen pindahnya.  Hmmm, mungkin sebelum pindah, ada baiknya kita mikir “kemana kita ketika kita menemui kesulitan dalam hidup maka itulah kemungkinan Tuhan kita“. “Seberapa keyakinan kita terhadap agama kita dan agama orang lain“, “apa saja yang kita pelajari mengenai agama kita dan agama orang lain, sudah cukupkah ilmu kita mengenai agama kita dan agama orang lain sehingga kita memutuskan untuk pindah“.

Waktu pacaran mungkin kedua pasangan sibuk menyama-nyamakan idealisme Tuhannya bahwa Tuhan itu satu. Begitu ngga ya? hehehe tapi yang jelas caranya berbeda, mungkin ini kerap kali yang harus dipertimbangkan bahwa cara itu berasal dari keyakinan, dan keyakinan itu berasal dari apa yang kita pelajari dan apa yang kita hayati sejak kita lahir, sejak kita kecil. Manusia itu bisa berpikir kan?

Kebanyakan orang pada akhirnya sibuk memutuskan agama mana yang benar dan mana yang salah, saling menghujat lah. Hadeh bagi gw daripada sibuk memutuskan benar salah, mending kita pada masing-masing nunjukkin ketakwaan kita dengan Tuhan masing-masing.
Agak miris waktu baca sebuah artikel yang membahas kalo salah satu artis indonesia yang baru saja menikah dan sang perempuan menjadi mualaf demi bisa menikah dengan laki-laki. Ngga cuman artis sih, orang biasa juga banyak, apalagi sekarang trend hijab itu heboh banget, jadi ngga ada ruginya jadi mualaf yang dapat pasangan hidup sekaligus bisa ikutan trend hijab.hehehhe

Nah balik ke tulisan artikel itu :

“sayangnya, A meninggalkan Tuhannya demi menikah dengan B”

Bagi gw, orang yang meninggalkan Tuhannya itu orang yang tidak pernah berdoa, tidak pernah sembahyang, tidak pernah sholat, tidak pernah ke gereja, apapun itu yang jelas mereka tidak pernah menjalankan ibadahnya. Akan tetapi kalo urusan menikah itu keputusan kedua belah pihak. Iya kan? ya balik lagi apakah tetap di masing-masing agama ataukah harus salah satu pindah, atau tidak menikah sama sekali. Cuman tuh artikel yg gw baca ada unsur subyektif penulisnya. hehehe

Kalo gw sih kebayang gmn kalo semua orang didunia ini mimpi sama mengenai hari kiamat, mungkin pada akhirnya kita semua terbangun dan menyembah kepada Tuhan kita, tapi bisa saja ada yang terbangun dengan hati yang masih tidak percaya dan menganggap hanya mimpi. Hehehehe teteeepp yaaa..balik lagi ke individu masing-masing

Agama itu bahasan yang sensitif sama seperti ngebahas uang hehehe
Mohon maaf kalo ada pihak-pihak yang mungkin tersinggung dengan tulisan gw

2 responses »

  1. Assalamu’alaikum.
    Selamat malam mbak chie/uchie (Suci). Sebelumnya saya mau berterima kasih atas tulisan mengenai TIPS WEB CHECK IN LION AIR dan Primajasa bandara Soekarno Hatta-Batununggal Bandung karena tulisan itulah yang membawa saya menjumpai website ini.
    Saya telah banyak membaca tulisan mbak chie dari hal yang bersifat share pengalaman travelling, tips, hingga pribadi (keluarga (love daddy), cat lovers (stella), kehidupan, harapan, impian, cinta dan cerita (kura-kura perancis, Gamophobia, dan tentunya sepatu yang tertinggal). Maaf ya🙂 Ga ada maksud apapun. Saya berharap semoga Allah Azza Wajalla selalu memberi perlindungan dan kekuataan kepada mbak chie yang sedang menempuh program master di Unpad (CMMIW). Semoga sukses ya.
    Thanks.
    Wassalam,
    (Comment saya boleh dihapus atau tidak ditampilkan kok)

    • Walaikumsalam
      Terimakasih ya atas apresiasinya terhadap blog saya
      Semoga apa yg saya tulis bisa menjadi manfaat buat orang lain
      Amin..terimakasih utk doanya ya..Jazakallah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s