Hutang dan pemberi hutang

Standard

Ada berapa banyak orang didunia ini yang sering sekali dalam hidupnya berhutang. Hutang bisa saja dia bayar bisa saja tidak dibayar alias sebenarnya bukan pinjam melainkan minta uang. Kita pun bisa jadi sang penghutang dan bisa jadi sang pemberi hutang.

Bagi yang berhutang, mereka akan terus dibebani oleh tagihan, maupun perasaan yang tidak enak terhadap orang lain karena terus- terus dikejar “kapan kamu bayar utangmu”

Dan sang pemberi hutangpun, ada kalanya merasa butuh uang yang mereka pinjamkan ke orang lain tersebut, akan tetapi tidak berani menagih atau yang ditagihpun sulit ditagih.

Alhamdulillah, saya tidak pernah berhutang. Akan tetapi sampai hari ini lebih banyak memberikan hutang dan memang kebanyakan tidak dibayar oleh orang tersebut. Bagi saya pun yang memberikan hutang, uang pada dasarnya hanya sebuah nominal untuk membantu kesulitan orang lain. Tidak lebih. Akan tetapi berani meminjamkan uang merupakan suatu  bentuk KEPERCAYAAN.

Biasanya kita meminjamkan hutang kepada orang yang kita kenal dekat seperti saudara, keluarga dan teman dekat atau teman yang kita anggap dekat. Karena pada dasarnya kita percaya. Terlebih lagi ketika sang penghutang mengatakan kepada kita akan membayarkan dalam waktu sekian-sekian…mereka juga kerap kali meminjam dengan alasan yang cukup membuat kita merasa simpati dan iba, alias kasihan.

Bagaimana pada akhirnya ketika sang penghutang pun tidak membayarkan hutangnya ?

– Tidak ada cara lain selain mengikhlaskannya. terutama jika sang penghutang sudah pergi nth kemana dan tetap sulit ditagih.

– Jika nominal yang dipinjamkan lebih dari 1 juta, maka sebaiknya gunakan tanda terima yg sah. Hal tersebut memudahkan jika kasus tersebut harus dibawa ke hukum

– Saya tau kita mungkin kecewa berat ketika orang yang kita percayai ternyata menipu kita dengan tidak membayarkan hutangnya sesuai dengan perjanjian waktu. Mungkin akan lebih dapat diterima ketika ia akan meminjam dan ia mengatakan “maaf saya ingin meminjam uang untuk ……….. akan tetapi saya belum mampu membayarkannya dalam waktu dekat”. Karena pinjam meminjam itu hampir sama dengan jual beli yang isinya kesepakatan. Jika ia sudah mengatakan hal tersebut, bagi yang meminjamkan itu menjadi haknya untuk tetap meminjamkan atau mengatakan tidak. Tetapi setidaknya dapat mengurangi rasa sakit ketika mereka tidak membayar dalam jangka waktu tertentu seperti yang ia janjikan kepada kita.

– Berhentilah untuk menceritakan kesemua orang bahwa orang tersebut meminjam uang anda dan tidak dibayarkan. Menceritakan aib seseorang juga tidak membuat uang kita kembali. Mungkin maksud kita adalah agar orang lain tidak mengalami yang sama, akan tetapi itu adalah hak orang lain yang tetap mau meminjamkan uang tersebut. Jika kita tidak yakin meminjamkan, kita bisa saja menolak atau memberikan pinjaman dibawah nominal yang ia minta sehingga jika tidak terbayarpun, mudah untuk kita mengiklaskannya.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s