Dinamika Postingan mengenai pencitraan Medsos

Standard

Saya cukup banyak membaca blog orang mengenai pemikiran dan sudut pandang mereka mengenai pencitraan di media sosial. Bahkan tidak sedikit yang menggunakan kata yang kasar atau “terkesan” kesal dengan apa yang mereka lihat di media sosial. Ntah itu mengenai postingan temannya, ataupun gaya dari postingan orang-orang di akunnya..

Yang saya bayangkan..mungkin ada  benarnya apa yang mereka posting di sosmed terkadang membuat kita iri, atau terganggu dengan segala macam curhat dan status mereka. Tapi saya melihat orang-orang yang menulis blog dengan kata-kata yang menyindir dan tampak kesal pun atau bahkan merasa medsos ngga penting buat diri mereka adalah semacam defense mechanisme dari ideal self seseorang. Mungkin secara tidak sadar, kita pun ingin seperti orang tersebut, akan tetapi karena merasa tidak mampu bersaing dengan apa yang di posting orang lain, kita lebih memilih untuk tidak bermain sosmed atau bahkan menulis hal-hal negatif mengenai orang tersebut.. Lalu apa bedanya kita dengan orang yang curhat di medsos ? meskipun dalam bentuk blog ?

Saya tidak mengatakan itu benar atau salah..melainkan melihatnya dari sisi psikologis dimana itu adalah bentuk mekanisme pertahanan diri kita terhadap jarak ideal self dan real self. Menurut sudut pandang humanistik dalam melihat psikopatologis seseorang, psikopatolgis muncul ketika kesenjangan antara real self dan ideal self seseorang semakin jauh. Aristoteles pun pernah berkata bahwa kebahagiaan adalah ketika keinginan seseorang tercapai. Dengan kata lain, semakin banyak keinginan seseorang maka semakin sulit seseorang tersebut untuk bahagia. Sama halnya dengan ideal self. Ideal self merupakan suatu keinginan yang seseorang bangun untuk dicapai, dan semakin tinggi ideal self maka seseorang semakin berusaha untuk mencapai hal tersebut,dan jika tercapai maka seseorang tersebut merasa “bahagia”. Pertanyaan adalah bagaimana jika ideal self tidak tercapai ? atau semakin jauh ideal self maka pencapaiannya pun semakin sulit dan membutuhkan waktu ?

Lagi-lagi saya tidak menyalahkan postingan blog ataupun postingan orang di medsos .. mungkin ada beberapa hal yang harus kita hayati.. yaitu apa sebenarnya perasaan kita ketika kita membuat postingan blog mengenai pencitraan orang lain di medsos ? Di blog saya pun saya memposting hal tersebut. Dan beberapa blog orang lain pun ada. Tapi apa yang membedakan blog A dan blog B yang memiliki tema yang sama. Bukankah itu berkaitan dengan dinamika kepribadian yang khas dari orang tersebut ?

Jika kita merasa terganggu dengan postingan pencitraan orang lain di medsos, mungkin itu berkaitan dengan apakah dengan melihat postingan wah orang lain di medsos membuat kita menciptakan ideal self didalam pikiran dan diri kita ? apakah kita merasa bahwa sebenarnya kita tidak mampu untuk melakukan pencitraan yang sama (real self) ? apakah kita kesal dan tidak mampu marah kepada orang tersebut secara langsung ? apakah kita secara tidak sadar menganggap media sosial sebagai dunia yang lebih nyata dari dunia nyata kita sebenarnya ? apapun alasannya, mungkin perlu untuk melihat ke diri sendiri dulu sebelum mengkritik gaya-gaya postingan pencitraan, curhat orang lain di medsos..

Mari menghayati🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s