Apakah Kurir Jasa Pengiriman Barang Melempar Barang Anda ?

Standard

Apakah Kurir Jasa pengiriman barang melempar barang anda ?

Sebelumnya saya memohon maaf untuk tulisan saya. Saya memang tidak pernah mengetahui seberat apa tugas sebagai kurir pengiriman barang.  Hanya saja, saya adalah salah satu pengguna jasa pengiriman barang tersebut.

Beberapa waktu yang lalu, seorang kurir JNE melempar barang saya melalui pagar dan barang tersebut berakhir di garasi saya dengan kondisi basah. Karena saat itu saya membeli barang berupa snow globe dari sebuah toko online shop. Beruntung barang tersebut bukan barang yang langka.

Tapi yang mengiris-ngiris hati saya, bahwa saya sebagai pelanggan, dan juga barang saya tidak bernilai apapun bagi seorang kurir. Tugas seorang kurir yang mengantarkan barang kiriman seharusnya mampu menjaga barang tersebut dengan baik hingga di terima oleh si penerima.  Saya memang tidak mengasuransikan barang pecah belah saya, tapi apakah pantas ketika rumah saya kosong, barang tersebut di lempar oleh sang kurir ?

Apalagi dengan sticker FRAGILE yang cukup jelas tertempel di paket tersebut.

Dengan proses yang panjang, akhirnya saya mendapat ganti rugi berupa uang senilai dengan 2 buah snow globe saya yang pecah. Beruntung saya di handle oleh manager JNE soetta bandung waktu itu. Saya sangat berterimakasih atas perhatiannya dan kesabarannya menangani kemarahan dan kesedihan saya.

20151126_170007

Setelah proses yang panjang itu, kurir kemudian lebih menghandle barang saya dengan lebih baik. Tapi apakah hal tersebut berlaku dengan paket lain yang mereka antarkan ?
Saya tidak tahu …

Beberapa hari yang lalu, kurir TIKI melakukan hal yang sama. Karena kondisi rumah saya yang memang jarang ada orang dirumah.

Tapi apakah prosedur pengantaran barang memang harus dilempar, ketika si penerima tidak ada dirumah ?

Apa bedanya mereka dengan mengantar surat atau kartu pos ? atau mungkin seorang loper koran ?

Kali ini 2 buah tumbler saya yang dibawakan oleh teman saya dari Eropa pecah. Ternyata kejadian snow globe pecah beberapa waktu yang lalu itu lebih baik daripada melihat 2 tumbler saya pecah.  Tentu saja begitu paket tergeletak di garasi saya, perasaan khawatir saya muncul. Saya dengan cepat membuka paket saya saat itu juga di garasi. Dan hasilnya adalah, iya sama…sangat sama dengan kondisi snow globe saya yang pecah. Tak ada 1 pun barang yang selamat.

20151125_181250

Saya kemudian menangis histeris terutama ketika harga barang tersebut tidak semurah dan tidak semudah mendapatkan snowglobe.

MENGAPA KEJADIAN SEPERTI INI BERULANG ?

MUNGKIN, saya perlu menekankan kepada pihak pemilik jasa pengiriman barang untuk lebih ketat dalam proses seleksi karyawan. Saya tidak tahu berapa banyak pelanggan lain yang memiliki kasus yang sama seperti saya. Dan berapa banyak kerugian dari pihak pengiriman barang karena harus mengganti kerugian tersebut.  Tapi yang menurut saya jelas, bahwa tampaknya para kurir tidak memahami prosedur pengantaran barang dengan benar-benar baik.

Hal yang perlu saya tekankan, bahwa sudah saatnya para pemilik jasa pengiriman barang melakukan seleksi penerimaan kurir melalui tes-tes psikologi. Mereka tak harus orang yang pandai, mereka tak harus orang yang terampil bergaul, tapi sebagai kurir, mereka perlu memiliki komitmen terhadap tugasnya serta dapat mengutamakan prosedur dan aturan ketika mengambil sebuah keputusan atau sebuah tindakan.   Sehingga di harapkan, mereka dapat bekerja dan mempertimbangkan prosedur SEBELUM memutuskan untuk melempar paket melalui pagar si penerima.

Saya berharap tulisan saya dapat sampai ke pihak-pihak manajemen jasa pengiriman barang. Sehingga mereka mampu mengurangi munculnya kejadian yang seperti saya alami dan juga mengurangi kerugian yang harus mereka tanggung atas kinerja karyawannya yang kurang sesuai.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s